![]() |
| Sumber Gambar: Google.com |
Mencegah wabah virus Corona yang berawal dari Wuhan, China membuat Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI akan melakukan tindakan tegas.
Melansir dari laman Akurat, seluruh limbah dari Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, China, yang menjalankan Observasi atau masa Karantina di Natuna akan dimusnahkan. Hal ini juga dibenarkan oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Anung Sugihantono, M.Kes dalam konferensi pers update novel corona virus (nCoV) di Gedung Layanan Publik Badan Litbangkes, Jl. Percetakan Negara, Jakarta Pusat, Selasa (11/2),
"Sekarang kita punya tatanan di Kemenkes. Tidak berharap ya (limbahnya ada virus). Tapi kalau ada, ya desinfektan, seperti kita mengelola Limbah. Limbah itu kan idealnya dibakar dengan suhu di atas 100 derajat celcius, tapi ini belum terlalu konkret. Kita sekarang terus mengikuti perkembangan ilmunya, tapi sekaligus juga menyiapkan kondisi-kondisi yang memungkinkan terjadi dan dilakukan di Indonesia," jelasnya.
Ia mengatakan bahwa limbah tersebut akan dilakukan secara khusus, namun entah akan dibakar atau dengan cara lain. Namun menurutnya pengelolaan Limbah di Natuna bakal dikelola sampai dua tahap.
Pada tahap pertama Limbah akan dimasukkan ke dalam autoclave atau alat pemanas tertutup dengan suhu yang tidak maksimal tetapi sudah aman, yakni 315 derajat celcius hingga tidak ada kontaminan lain. Setelah itu tahap selanjutnya, Limbah dari autoclave akan dimasukkan ke tas hitam, dan akan dihancurkan di rumah sakit yang memiliki degenerator suhu yang lebih tinggi.
Untuk Limbah cair, Anung mengatakan bahwa Limbah tersebut akan diberikan desinfeksi untuk membunuh bakteri maupun mikroorganisme penyebab penyakit.
"Kalau kemudian Limbah lainnya misalnya yang kecil-kecil seperti tisu habis makan dan sebagainya, itu kemudian kita kumpulin dikasih desinfektan dulu, setelah itu dikubur dengan kedalaman tertentu di lingkungan hanggar hingga kontaminannya sudah tidak ada lagi. Itu yang kita lakukan untuk yang di Natuna," pungkasnya.
Sumber: Akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar