![]() |
| Sejumlah petugas medis yang menggunakan pakaian pelindung saat merawat pasien yang terjangkit virus corona di salah satu rumah sakit di Wuhan, Hubei, Cina, Kamis (6/2/2020). Hingga saat ini, korban meninggal akibat virus corona mencapai 1.013 orang. | China Daily via REUTERS |
Sebanyak 45.170 kasus yang terkonfirmasi terinfeksi Virus Corona di seluruh dunia dengan kematian mencapai 1.115 orang. Bahkan rumah sakit di Wuhan, China kini semakin kekurangan staf medisnya. Pasalnya setidaknya 500 staf kesehatan di Wuhan dinyatakan telah terjangkit Virus Corona.
Hal ini tentunya membuat panik kalangan staf kesehatan disana. Maka dari itu China terus mengirimkan petugas kesehatan bantuan dari luar daerah untuk membantu para korban serta petugas yang sakit.
Melansir dari laman Akurat, setidaknya 100 staf dari Rumah Sakit Wuhan Xiehe dan Rumah Sakit Renmin Universitas Wuhan, dengan masing-masing 50 kasus lagi dari Rumah Sakit Nomor 1 Wuhan dan Rumah Sakit Zhongnan telah terinfeksi kasus Virus Corona.
Bahkan angka kematian di kalangan petugas kesehatan tercatat sebanyak 3 orang, termasuk Li Wenliang yang merupakan dokter pertama yang mengeluarkan peringatan tentang Virus Corona.
"Itulah sebabnya kami telah meminta sumbangan lebih banyak dari pasokan alat medis, terutama pakaian mantel hazmat. Kami telah melihat terlalu banyak rekan yang jatuh sakit karena perlindungan yang tidak memadai," ujar seorang dokter yang menolak disebutkan namanya, dilansir dari laman SCMP, Rabu (12/2).
Ian Lipkin selaku profesor epidemiologi di Mailman School of Public Health Columbia University mengatakan, risiko di kalangan staf kesehatan akan tetap tinggi meski mereka mengenakan alat pelindung. Pasalnya mereka adalah orang yang bersinggungan langsung dengan pasien.
“Alasan untuk ini adalah bahwa dokter dan petugas perawatan kesehatan memiliki hubungan yang sangat intim dengan pasien mereka, dan bahkan dengan peralatan pelindung pribadi, kadang-kadang kita menggunakannya terlambat, kadang-kadang kita terpapar secara tidak sengaja, dan upaya yang kita lakukan untuk mendukung mereka dengan cairan dan hal itu menempatkan kami pada risiko yang sangat tinggi,” katanya dalam sebuah pernyataan dalam sebuah acara di China.
“Selain itu, orang-orang yang bekerja di pengaturan rumah sakit mungkin tertekan kekebalannya karena terus terang mereka kelelahan, viral load yang mereka terima mungkin lebih besar,” tambahnya.
Sumber: Akurat.co

Tidak ada komentar:
Posting Komentar